5 things to know as a newbie (and solo) traveler in Paris

Halo semuanya!

Masih semangat untuk menjalankan resolusi tahun barunya?

Di awal tahun ini, salah satu resolusi saya adalah menulis tentang Paris. Paris adalah kota tujuan wisata terpopuler di seluruh dunia. Meskipun tahun 2107 lalu, Paris kalah pamor dari Bali di ajang Trip Advisor Traveler Choice Award, namun Paris tetap menjadi destinasi impian bagi banyak orang. Bagi saya, Paris adalah kota favorit dan special di hati saya. Pertama kali saya mengunjungi kota ini sebagai solo traveler di tahun 2012. Saat itu, saya berada di Belgia dalam rangkaian pekerjaan dan memiliki waktu kosong di akhir pekan. Dengan segala pertimbangan, jadilah akhirnya saya ke Paris.

Beberapa pengalaman menarik sekaligus kurang menyenangkan, saya alami saat kedatangan saya ke kota yang konon kabarnya romantis ini. Karena itulah, saya ingin membagikan tips khususnya rekan – rekan newbie yang ingin bersolo travel ke Paris.

469997_3595600647145_1580200376_o
Menara Eiffel yang terkenal seaontero dunia sebagai ikon Paris (sumber dok. pribadi)

1. Pahami rute dan jalur transportasi

Bagi kalian yang baru pertama kali menginjakkan kali di Paris, tentunya akan butuh sedikit waktu beradaptasi dengan transportasi publik disini. Ruwetnya jalur metro bisa dibilang seruwet kisah cinta Romeo and Juliet ataupun kisah cintamu. Menurut informasi terbaru di 2017, metro paris memiliki 300 stasiun dan 16 jalur yang semuanya mencakup 10×10 km sentral Paris (sumber: https://parisbytrain.com/paris-metro/). Dalam satu stasiun metro sering terdapat 2 atau lebih jalur metro sehingga kita harus mampu memahami petunjuk yang biasanya ditempel pada dinding stasiun.

Sampai saat ini, Paris masih memberlakukan sistem tarif sekali jalan untuk antar metro (per dua jam) dan untuk bus (per satu setengah jam) yaitu sebesar 1,9 Euro. Keluar dari zona 1 dan 2 (sentral Paris) akan dikenai tambahan biaya. Sebagai contoh, jika ingin mengunjungi Istana Versailles di zona 4 dengan RER dari Paris, tarifnya akan berbeda. Jika kalian ingin berhemat, bisa membeli tiket metro per 10 tiket. Untuk pelajar di EU atau bagi yang masih di bawah umur 26 tahun juga dikenakan reduksi tarif transportasi sehingga bisa jauh lebih murah. So, jangan lupakan kartu pelajar atau mahasiswamu ya!

Di tahun 2012 lalu, internet belum dapat diakses secara luas seperti sekarang. Handphone saya pun masih jadul dan waktu itu saya ingat provider yang saya pakai tidak memiliki kerjasama dengan provider yang ada di Perancis sehingga saya sama sekali tidak bisa memiliki akses internet, sms, dan telepon roaming. Beruntungnya sekarang, kita sudah dibekali dengan Google Maps yang sangat update. Jadwal metro, jalur, dan pintu sebelah mana yang harus kita lewati setelah turun juga tersedia lengkap disana.

Sebagai contoh, stasiun metro terbesar di Paris adalah Chatelet dengan hampir semua line Metro dan RER (kereta yang menjangkau wilayah Ile de France). Saking besarnya, setiap kali saya dan teman yang asli Perancis saja masih sering kebingungan menemukan pintu yang tepat. Oleh karena itu, sebagai solo traveler, kita perlu jeli memperhatikan tanda atau plang keterangan, serta mampu mempersiapkan diri dengan Bahasa Perancis dasar, karena di beberapa stasiun petunjuk keluar, masuk, dan sebagainya, hanya ditulis dalam bahasa Perancis.

europe-paris-map-metro-map-plan-de-paris
Peta Metro Paris yang seperti ular tangga (sumber Google via https://parisbytrain.com/wp-content/uploads/2014/01/paris-metro-map-2014.pdf)

2.Atur rute perjalananmu berdasarkan sarana transportasi

Menyambung poin pertama, kita dapat merancang rute perjalanan berdasarkan titik titik transportasi di Paris yang terdekat dengan tempat yang kita tuju. Sebagai contoh, waktu itu saya ingin mengunjungi Louvre dan Eiffel di hari pertama. Berdasarkan tempat saya tinggal, lebih mudah untuk berkunjung ke Louvre terlebih dahulu karena terdapat metro yang langsung menuju Louvre di stasiun terdekat tanpa harus berganti. Perjalanan dengan metro di Paris juga tidak pernah singkat. Rata- rata dari satu tempat ke tempat lain, saya menghabiskan waktu 15 hingga 25 menit bahkan bisa lebih.

Selain itu kamu harus jeli memilih tempat pemberhentian. Contohnya, jika ingin berkunjung dan masuk ke Louvre lebih baik berhenti di stasiun Palais Royal Musee du Louvre yang ada di bawah bangunan Museum Louvre persis. Dari sini kamu bisa langsung menuju ke loket tiket dan dapat masuk lebih cepat. Jika kamu hanya ingin menikmati piramid sembari berfoto di luar museum, kamu bisa berhenti di stasiun Louvre Rivoli.

Tips berkunjung ke Louvre: Pintu masuk dari Piramid biasanya penuh antrian karena terdapat pemeriksaan. Jika kamu ingin memangkas waktu antrian, kamu bisa memesan tiket masuk secara online dan langsung menuju pintu masuk lainnya dengan waktu tunggu yang jauh lebih singkat.

Satu hal perlu diingat adalah kalian harus dapat mengatur waktu dengan baik dan menyesuaikan dengan waktu aktif sarana transportasi. Jangan sampai terlalu asik dan kemalaman sehingga tertinggal jadwal metro atau RER terakhir. Pilihan lainnya bisa menggunakan transpotasi online, namun tidak semua area, terutama pinggiran Paris dijangkau oleh sarana ini.

170450_3595604487241_651754192_o
Salah satu pilihan transportasi untuk turis yang ingin mengelililingi pusat kota Paris (sumber dok. pribadi)

3. Cari tahu daerah yang kurang aman

Seperti kota – kota besar lain di dunia, Paris juga memiliki beberapa titik yang kurang aman maupun cenderung berbahaya terutama bagi para pendatang atau wisatawan. Memilih hotel adalah bagian krusial dari sebuah perjalanan wisata, karenanya harus mencari tahu apakah daerah tempat hotel itu dekat dengan sarana transportasi dan yang paling penting harus ramah turis serta aman.

Kisah nyata yang saya alami tahun lalu adalah di daerah Gare du Nord, salah satu stasiun besar di kota Paris. Waktu itu saya memang tidak berwisata sendirian. Saya bertemu dengan sahabat – sahabat saya, Emina dan Kim yang sudah lebih dulu berangkat dengan kereta ke Paris dari Rotterdam di pagi hari. Saya tiba sekitar pukul 7 sore dan sepakat untuk bertemu di area stasiun. Kami kemudian menuju ke arah loker penyimpanan barang, dimana Emina dan Kim menitipkan tas mereka sedari siang. Saat masuk ke area loker kami diminta untuk menaruh barang- barang kami melewati scanner. Karena agak malas, akhirnya saya menunggu di luar hingga tiba – tiba saya mendengar Emina berteriak.

Tanpa pikir panjang, saya berusaha masuk ke area loker. Di sana saya menemukan Kim dan Emina dengan wajah merah padam tampak berbicara sedikit keras dengan beberapa orang yang merupakan petugas jaga area loker. Sebelumnya saya melewati seorang petugas yang duduk di depan layar serupa CCTV. Ia terlihat keluar dari ruangan dan menghilang setelah saya meliriknya. Dari pembicaraan Emina dan Kim, saya menyimpulkan bahwa loker mereka telah dibobol. Saya mendekat dan memastikan adakah barang yang hilang. Pencuri mengobrak abrik tas mereka dan mengambil kabel handphone milik Kim. Herannya petugas di loker tersebut angkat tangan. Mereka malah seakan menyalahkan Kim dan Emina yang mungkin tidak mengunci loker dengan baik. Saat kami meminta rekaman CCTV, mereka berkilah bahwa petugas yang memantau CCTV tidak di tempat. Ingatan saya cukup baik untuk dapat menyimpulkan bahwa pencuri tersebut adalah oknum yang bekerja sama dengan orang dalam. Karena percuma, kami akhirnya pergi meski hati masih dongkol.

Tips untuk solo traveler: cari informasi sebanyak – banyaknya tentang daerah yang kurang aman, bisa juga bertanya dengan teman yang tinggal disana, dan usahakan jangan berada di daerah tersebut pada waktu hari sudah gelap.

457506_3595610367388_49071696_o
Suasana di depan Sacré-Cœur yang selalu ramai oleh turis dan pengunjung (sumber dok. pribadi)

4. Selalu waspada dengan copet

Salah satu sisi kelam dari wisata di Paris adalah keahlian copet -copetnya yang sudah tidak diragukan lagi di dunia persilatan. Beberapa teman mengalami kejadian tidak mengenakkan, yaitu kehilangan dompet beserta dokumen dokumen penting saat bertandang ke Paris. Efek domino dari hal tersebut, teman saya harus membatalkan beberapa agenda perjalanan karena harus mengurus paspor serta dokumen lain yang dibutuhkan.

Sebagai solo traveler yang baru pertama kali ke Paris, kita harus selalu waspada, terutama daerah yang menjadi pusat keramaian di Paris, sebagai contoh daerah sekitar Menara Eiffel, Louvre, Galleries Lafayette serta Montmartre. Copet di Paris juga kadang beraksi di dalam metro saat jam – jam penuh. Biasanya ada beberapa copet yang memutari calon korban sampai korban lengah dan saat itulah tangan – tangan jahil mereka mengorek isi tas. Beberapa kali saya pernah mendengar turis melaporkan kehilangan tas atau dompet setelah turun dari metro. Dan di beberapa stasiun metro yang rawan copet pun diperdengarkan pengumuman kepada turis agar tetap waspada akan ancaman copet, dengan 5 Bahasa sekaligus.

Tips menghindari copet di keramaian adalah tetap fokus dan jangan terlena, contohnya main handphone sambil jalan. Jika ingin mengecek rute atau mengirim pesan, berhenti sejenak dan pilih tempat yang agak sepi. Saya dulu sempat masuk gereja dan duduk untuk mencegah dicopet saat hendak mengecek peta.

470565_3595616087531_1743806590_o(1)
Di Montmartre banyak pelukis amatir yang menjajakan lukisannya (sumber dok. pribadi)

5. Jangan takut mencoba hal yang baru

Banyak hal seru yang bisa kalian datangi saat di Paris selain ke Menara Eiffel atau Louvre tentunya. Museum – museum di Paris lainnya sangat menarik untuk dikunjungi, seperti Musee D’Orsay, Centre Pompidou, atau Grand Palais. Jika kalian ingin merasakan sensasi berbeda, bisa juga datang ke Catacombs, yang merupakan makam bawah tanah yang terletak di dekat Place Denfert-Rochereau.

Untuk yang suka berbelanja, selain ke Champ d’Elysee, kalian dapat menjelajahi daerah Marais yang relatif tidak dipadati oleh para turis. Jika datang pada saat musim panas, jangan lewatkan kunjungan ke taman seperti Jardin des Tuileries, Jardin des Plantes, atau Luxembourg. Kunjungan ke taman tidak dikenakan biaya alias gratis. Coba juga sensasi tidur siang beberapa menit di hamparan rerumputan yang hijau saat matahari sedang cerah. Jangan khawatir terlihat aneh, karena banyak orang yang melakukannya. Terkadang beberapa ada yang memakai baju sangat minim dan mengoleskan krim agar mendapatkan effek kulit cokelat yang berkilau.

Sebagai tambahan, tarif pelajar dan umur di bawah 26 tahun juga berlaku lho untuk masuk ke museum atau pun ke objek – objek wisata yang menarik di Paris.

Bepergian ke spot spot menarik yang kurang populer di Paris bisa bikin liburanmu tambah seru dan memorable pastinya!

471860_3595626487791_1556769325_o
Suasana tenang dan hijau di Jardin des Luxembourg (sumber dok. pribadi)

6.Tips bonus untuk solo traveler perempuan…

Saat sendirian, hindari kontak mata dengan orang asing. Beberapa kali pengalaman saya tak sengaja beradu pandangan dengan seseorang berakibat saya didekati dan diajak bicara oleh orang tersebut. Pun beberapa kawan mengalami hal serupa. Awalnya saya agak takut, namun kuncinya adalah tetap tenang. Kita bisa berpura -pura tidak mengerti dan ngeloyor pergi, atau langsung bersikap cool dan tidak peduli dengan langsung melemparkan pandangan ke arah lain. Selama kita berada di tempat yang ramai, mayoritas orang – orang tersebut tidak akan main colek atau memaksa kok!

Jadi, adakah yang sudah pernah bepergian sendirian ke Paris yang juga dikenal dengan sebutan City of Light ini? Share juga dong pengalaman kamu di kolom komentar ya!

Terima kasih dan semoga menginspirasi.

9 Comments Add yours

  1. Ika Pasca says:

    Salam kenal mbak sofie, ceritanya menarik, jadi tips kalau berkunjung ke sana

    Like

    1. sofiehurif says:

      Terima kasih Mbak Ika. Saya senang jika dapat bermanfaat 😊

      Like

  2. Ucig says:

    Seru banget mbaa. Tapi kayaknya klo beneran solo cukup deg2an ya. Kok bisa petugas loker angkat tangan ya, di mana2 memang hrs waspada ^^ makasih ya postingannya. . moga bisa kesana jg 😀

    Like

    1. sofiehurif says:

      Paris menurut saya cukup aman untuk traveler yang sendirian namun benar kita harus waspada di daerah2 tertentu. Aamiin semoga bisa kesana ya 😊

      Like

  3. Sering salah naik turun metro ga awalnya mba? Trus aq langsung ngebayangin klo ke Paris bakalan kekepin tas daripada dicolek copet x)

    Like

    1. sofiehurif says:

      Alhamdulillah kalau metro, dari pertama kesini belum pernah salah naik karena mungkin sebelumnya saya sudah diajari dan diarah2kan oleh teman yang pernah berkunjung ke Paris. Petunjuk arah dan tujuan juga sangat jelas kok. Hanya kita harus teliti memang apalagi di stasiun yg linenya banyak. Kalau pas di Metro gapapa mbak dikekep aja tasnya. Tips dari saya kalau nyimpen dokumen dan uang saya sebar tempatnya, jd kalau sampai dicopet uang saya nggak hilang semua. Dan saya lebih suka juga menaruh di kantung jaket sebelah dalam. Lebih aman disitu. Biarpun pake backpack, tanpa dikekepin hati tetap tenang hehe

      Like

  4. rosaamalia says:

    Yuhuu Sofii! sama2 di wordpress jugak ternyata.hihihi.

    Like

    1. sofiehurif says:

      Iyaa Ros! Hahaha welkomen yak

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s