Romantis (yang tidak klise) saat di Paris

Paris itu romantis gak sih? (Sumber foto dokumen pribadi)

Salah satu sahabat saya pernah bertanya, “Paris tuh beneran romantis kah?”

Dengan emo senyum, saya hanya bisa menjawab, “Romantis itu subjektif banget!”. Kalau hatimu sedang galau ditinggal gebetan balik ke negara asalnya, tentu saja Paris akan membuat hatimu semakin teriris. Tapi kalau hatimu sedang berbunga – bunga, cuma main kembang api di depan rumah pun berasa lagi di ujung Menara Eiffel pas malam 14 Juli. Yang lebih tepat sebenarnya, kalau pergi ke Paris dengan pasangan atau orang-orang tersayang, aura romantis kotanya jadi lebih memancar sampai ke hati (caelah).

Romantis juga tidak melulu tentang candle light dinner berdua, romantis bisa kamu rasakan bahkan saat kamu melakukan hal yang sederhana. Ada kesan romantis saat beberapa kali saya mengunjungi Paris baik sendirian, berdua, maupun beramai ramai dengan sahabat. Menurut saya, tidak hanya tempatnya namun momen yang tepat saat berada di tempat tersebut juga berpengaruh.

Nah, bagi kamu yang ingin merasanakan suasana romantis saat bersama pasangan maupun orang – orang terkasih namun tidak terkesan klise, bisa simak kisah pengalaman saya mengunjungi atraksi dan tempat – tempat menarik di Paris yang semoga menginspirasi!

1.Naik ke puncak kubah Basilika Sacré-Cœur di Montmartre

Suasana dari puncak kubah Basilika Sacré-Cœur di Montmartre (Sumber foto dokumen pribadi)

Montmartre adalah salah satu area favorit saya di Paris. Selain sangat artsy dan banyak pelukis pelukis amatir yang tinggal disana, di Montmartre terdapat salah satu ikon kota Paris yaitu Basilika Sacré-Cœur. Basilika ini didesain oleh Paul Abadie dan mulai dibangun pada tahun 1875 hingga 1914 (sumber: Wikipedia). Basilika yang masih aktif untuk beribadah misa ini, setiap harinya dikunjungi ribuan turis. Tak heran, area sekitar Montmartre selalu tampak padat.

Beberapa kali datang ke Montmartre, akhirnya suatu ketika memutuskan untuk mencoba naik ke kubah Basilika Sacré-Cœur. Untuk naik ke atas, pintu masuk dan tempat membeli tiketnya ada di sebelah kiri Basilika. Tarif masuknya variatif sesuai umur dan ada tarif khusus pelajar juga. Kalau tidak salah, waktu itu kami membayar 7 Euro saja per orang.

Menaiki menara basilika itu susah susah gampang. Awalnya saya sangat bersemangat sehingga mampu naik dan menyalip beberapa orang yang lebih tua dengan cepat. Namun semakin ke atas tenaga saya cukup banyak berkurang. Sebelum naik saya membaca di keterangan bahwa untuk sampai ke puncak kita harus menaiki sekitar 300 anak tangga yang ternyata menguras energi. Mendekati puncak, saya mendadak diserang rasa takut. Di depan saya seorang pria yang tinggi besar dan menghalangi pandangan. Selang beberapa anak tangga bawah, beberapa lansia tampak berhenti sejenak. Situasi yang cukup ramai dengan ruangan semakin sempit dan jarak tangga yang melingkar semakin kecil menyebabkan sesak di dada. Saya semakin panik namun ada seseorang yang tetap menyemangati sampai ke atas. Tinggal beberapa anak tangga lagi, katanya.

Dan benar adanya! Tak berapa lama kami sampai di puncak kubah yang areanya melingkar. Udara cukup hangat dan matahari menyinari hampir seluruh sisi puncak. Sedetik kemudian, segala ketakutan saya pun hilang. Saya segera larut dalam indahnya pemandangan kota yang terhampar dari salah satu titik tertinggi di Paris ini. Pengunjung di kanan kiri saya pun tidak ketinggalan. Banyak pasangan yang mengabadikan foto mereka disini. Tempat ini meninggalkan kesan romantis yang sportif untuk saya. Lumayan juga buat orang yang jarang olahraga.

Jika ingin menaiki puncak kubah sebaiknya dilakukan saat berwisata di musim semi atau musim panas karena udara cukup hangat dan cuaca cerah yang mendukung untuk menikmati pemandangan kota Paris. Untuk kamu yang memiliki potensi klaustrofobia sebaiknya mempertimbangkan untuk naik ke puncak kubah.

2.Menyusuri Sungai Seine di malam hari dengan Bateaux Mouche

Suasana Sungai Seine menjelang malam (Sumber foto dokumen pribadi)

Pengalaman romantis saya selanjutnya adalah menyusuri Sungai Seine pada malam tanggal 13 Juli dengan perahu tur Bateaux Mouche.

Sebelumnya kami tidak merencanakan untuk naik perahu, namun melihat sepanjang jalanan pusat Paris berjejal orang – orang yang ingin menikmati atraksi kembang api akhirnya kami spontan membeli tiket tur. Kami pun masih beruntung mendapatkan tiketnya langsung melalui loket. Yang spesial pada waktu itu adalah akan ada kembang api besar selama kurang lebih 30 menit yang akan dinyalakan di Menara Eiffel pada pukul 12 malam dalam rangka National Day. Saya dan beberapa teman sengaja membeli tiket untuk jadwal tur paling akhir yaitu sekitar pukul 10.30 malam dengan harapan saat tur hampir selesai kami bisa menikmati kembang api dari perahu.

Keberuntungan kami berlipat ganda pada malam itu akibat jadwal tur sebelum kami datang terlambat. Pun setelah kami berada di atas dek perahu, tak kunjung juga diberangkatkan hingga mendekati pukul 12 malam. Rupanya nahkoda perahu sengaja menunggu waktu kembang api dinyalakan. Saat itu kali pertama saya dan rasanya sangat luar biasa. Atraksi kembang api yang disajikan seperti tidak habis – habis. Sesekali saja perahu berjalan maju mundur mungkin untuk memastikan tiap tiap pengunjung mendapatkan pemandangan yang pas ke arah Menara Eiffel. Sungguh pengalaman yang romantis nan indah untuk saya yang merupakan penggemar berat atraksi kembang api ini.

Jika tertarik dengan wahana ini, bagi pengunjung dewasa dikenakan tarif 13,5 Euro per orang. Menurut saya, harganya tidak terlalu mahal untuk tur susur sungai selama kira – kira 1 jam 10 menit.

BACA JUGA: 5 things to know as a newbie (and solo) traveler in Paris

3.Sunset di taman termegah di Versailles

chateau-versailles_parkisland
Taman di belakang Istana Versailles yang super besar dan megah ( sumber foto Google)

Masih ingatkah kalian dengan sejarah Raja Louis XIV dari Perancis?

Yup, salah satu peran Raja yang terkenal ini adalah memindahkan keluarga kerajaan dari Paris menuju ke istana di Versailles, sebuah kota kecil di barat daya Paris. Saat ini, Istana Versailles sudah dibuka untuk umum dan menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak dikunjungi para turis. Tak heran, setiap musim panas tiba, di halaman istana yang sangat luas ini selalu dipenuhi pengunjung yang antri. Antriannya pun tak tanggung – tanggung melebihi ular naga panjangnya. Seriously, jika kalian ingin memasuki kawasan dalam istana, lebih baik membeli tiket secara online yang cukup menghemat waktu saat antri.

Kebetulan, saya selalu kesana saat antrian sangat panjang dan saat hari sedang panas – panasnya. Karena tidak ingin mengantri terlalu lama, akhirnya saya dan teman – teman saat itu memutuskan untuk mengunjungi taman di belakang istana ini.

Bermodalkan ekspektasi minim, saya malah mendapatkan kesan yang luar biasa saat menjelajahi taman yang luasnya sekitar 800 hektar ini. Tidak cuma bisa main petak umpet, bahkan di salah satu kolam taman yang disebut Grand Canal bisa disusuri dengan perahu kecil. Sudah terbayang kan betapa besarnya!

Berada di taman saat musim panas adalah hal simpel yang sangat menyenangkan bagi saya. Hamparan rerumputan hijau di bawah pohon yang tinggi menjulang cukup mendinginkan suasana. Karenanya, jangan lupa siapkan kain lebar untuk alas dan beberapa camilan kecil serta minuman. Saat itu, kami duduk di bawah pepohonan dekat Latona Fountain. Selain mengobrol, kami juga sempat bermain games kartu. Sensasi asik romantis hadir saat menjelang matahari terbenam. Menurut sejarah, Raja Louis XIV menginginkan Istana Versailles dibangun menghadap ke arah matahari terbit sehingga Sang Raja langsung dapat menikmati sinar matahari setiap membuka bahwa. Nah, Tarman Versailles ini terletak di belakang istana, yang secara tidak langsung menjadi tempat yang tepat untuk menikmati suasana sesaat sebelum sunset. Sudah romantis, gratis lagi!

Setiap Bulan April hingga Oktober, Taman Versailles dibuka dari pukul 8.00 hingga 20.30, sedangkan pada Bulan November hingga Maret hanya dibuka sampai pukul 18.30

4. Mengunjungi Disneyland saat musim dingin

Berkunjung ke Paris saat Spring atau Summer memang paling seru! Udara sudah mulai hangat, banyak tempat wisata yang juga memperpanjang jam buka pengunjung. Ditambah lagi, banyak sekali acara spesial di Paris yang hanya dilakukan setiap musim semi atau musim panas. Namun tak ada salahnya juga jika kalian berencana mengunjungi Paris pada saat Winter.

Salah satu kenangan romantis saat mengunjungi Paris kala Winter adalah ketika mengunjungi Disneyland Paris. Meskipun letaknya jauh di luar Paris sentral, namun sarana transportasi untuk menuju ke tempat ini amatlah mudah. Jika tidak menggunakan mobil pribadi, kamu dapat naik kereta langsung dari Paris. Stasiunnya pun terletak persis di depan kompleks Disneyland sehingga tidak perlu berjalan jauh.

You are never too old to go to Disneyland!

Disneyland adalah satu impian saya sedari kecil. Saya tumbuh dengan kartun Mickey Mouse dan Goofy di televisi. Seringkali saya membeli majalah mingguan Donald Bebek yang berisi cerita – cerita seru bersama Paman Gober serta Kwik, Kwek, Kwak. Bertahun – tahun menjadi penggemar, hingga akhirnya pada tahun baru 2017 lalu saya mendapatkan surprise tiket ke Disneyland! Tak terbayang betapa bahagianya. Jangan khawatir juga terlihat kekanak-kanakkan, karena pengunjung Disneyland berasal dari segala macam usia.

Wahana di tempat ini juga disesuaikan dengan usia dan tinggi badan. Salah satunya, yang hanya boleh dinaiki oleh mereka yang memiliki tinggi lebih dari 1,4 Meter dan mampu menaikkan adrenalin, adalah Indiana Jones™ and the Temple of Peril. Bagi kamu yang senang menantang diri dengan naik roller coaster dengan suasana khas petualangan Indiana Jones bisa mencoba atraksi ini. Wahana lain yang serupa antara lain Big Thunder Mountain. Yang ingin bersantai tanpa harus tegang, bisa masuk ke area Pirates of The Caribbean atau Buzz Lightyear Laser Blast. Selain itu, ada wahana yang cukup berkesan bagi saya yaitu It’s a Small World yang memiliki lagu mirip dengan theme song penjual es krim keliling di sepanjang wahana berlangsung. Nah, wahana ini diperuntukkan bagi semua usia.

Nah, yang spesial saat musim dingin atau dekat dengan event Tahun Baru terdapat banyak acara pawai seperti Mickey’s Magical Christmas Light. Saya cukup beruntung karena berada disana pada saat acara tersebut berlangsung. Diiringi dengan soundtracknya yang berjudul Magic Everywhere, yang merupakan lagu ulang tahun 20 tahun Disneyland, rasanya seperti sedang berada dalam salah satu film Disney. Tak lupa setelah itu, kembang api bersahut- sahutan dinyalakan sebagai penutup acara. Salah satu momen yang romantis bin ajaib yang layak dicoba saat kamu berada di Paris.

Jika ingin mengunjungi Disneyland, sebaiknya datang bersamaan dengan jam buka sehingga kamu dapat memaksimalkan waktu dan menikmati semua wahana. Saat musim dingin antrian tiap wahana juga tidak sepanjang saat musim panas

5. Kunjungan ke museum yang tidak akan pernah membosankan

Museum Louvre menjelang senja (Sumber foto dokumen pribadi)

Alternatif bagi kamu yang berada di Paris saat udara sedang dingin –dinginnya adalah berkunjung ke Museum.

Salah satu museum terbesar di Paris yang juga favorit saya adalah Museum Louvre. Berkunjung kemari dua kali belum cukup rasanya memperhatikan semua lukisan maupun barang – barang peninggalan yang dipamerkan disana. Tak hanya Monalisa, sebagai center of attention para pengunjung pada umumnya, namun peninggalan Mesir kuno dan lukisan – lukisan dari pelukis Perancis, Italia, Spanyol serta negara lainnya layak untuk diapresiasi,

Jika kebetulan kamu dan orang tersayang adalah penggemar sejarah ataupun penikmat seni, maka museum – museum di Paris adalah tempat yang wajib kamu kunjungi. Mendiskusikan tentang kisah – kisah yang diangkat dari lukisan para pelukis Perancis, maupun menghubungkannya dengan peristiwa sejarah kala itu akan jadi kegiatan yang romantis sekaligus edukatif menurut saya. Rasanya seharian belum cukup lho untuk menjelajahi detil koleksi yang ada di seluruh museum. Bahkan di Louvre ada bagian Special Exhibition dimana kamu harus membayar tiket ekstra agar dapat melihat koleksi – koleksi yang langka dan luar biasa seperti Mumi Firaun yang kabarnya adalah Firaun yang hidup pada jaman Nabi Musa. Selain museum yang memuat koleksi seni, terdapat juga museum dengan tema lainnya di Paris. Kamu bisa langsung googling untuk mendapatkan info lebih detil.

Selain dapat menghabiskan waktu dengan orang tersayang, berkunjung ke museum dapat menambah pengetahuan sekaligus mengenal sejarah serta karya seni lebih dekat. Yang tak kalah serunya, arsitektur di dalam museum seperti Louvre dan D’Orsay sangat bagus dan selalu membuat saya berdecak kagum. Jadi jika ingin ke Paris, agendakan hari khusus untuk ke museum ya!

Pada hari setiap hari minggu pertama di setiap bulannya, seluruh museum di Paris gratis untuk dikunjungi.

Demikian beberapa tempat yang dapat kamu kunjungi bersama pasangan atau orang – orang terkasih selama di Paris. Oiya, satu hal yang belum kesampaian di bucket list saya adalah naik ke Eiffel Tower. Saya berharap bisa mewujudkannya saat berkunjung lagi kesana.

Anyway, Paris juga populer dengan sebutan City of Lights. Karena itulah, pemandangan malam hari di kota ini juga menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Berjalanlah diantara lampu lampu kota yang cantik di sekitaran Champ D’Elysee, Le illuminations de la tour di Menara Eiffel setelah matahari terbenam, serta kerlap kerlip cahaya di sepanjang Sungai Seine. Pengalaman sederhana namun romantis yang tidak boleh dilewatkan.

So, ada yang punya pengalaman romantis lainnya saat berkunjung kemari? Bisa berbagi di kolom komentar ya.

Terima kasih dan semoga bermanfaat! 🙂

2 Comments Add yours

  1. Dian Farida says:

    Wah pemandangan dari puncak Basilica bagus banget ya. Sungai Seine juga impianku, entah kapan tergapai. Anyway catet ah kalo ke Paris ada hari Minggu bulan pertamanya, hehe

    Like

    1. sofiehurif says:

      Iya bagus banget. Tapi harus siapkan tenaga untuk naiknya. Eniwe tur ke museum itu favoritku banget. Kalau pas minggu pertama karena gratis bisa antri sejam atau 2 jam sendiri, jadi kalau memang niat ke museum sebaiknya datang sedari jam buka ya 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s