Impian – impian receh yang ada di dalam list saya: sebuah renungan ulang tahun

Halo semua,

Hari ini adalah hari ulang tahun saya. Yang keberapanya tolong banget nggak perlu ditanyakan. Karena pertanyaan tentang umur, jodoh, dan berat badan sudah ada dendanya sekarang. Minimal satu sampai lima juta.

Yang paling sering saya lakukan setiap ulang tahun adalah mengevaluasi diri. Wuih, bahasanya serius banget! Okay, kita akan bikin jadi nggak terlalu serius biar nggak nambahin beban hidup yang linier dengan semakin bertambahnya umur.

Secara enggak sadar, setiap ulang tahun saya selalu mencatat di kepala apa saja impian saya yang sudah tercapai dan apa yang belum. Diantaranya, ada banyak sih yang recehan sifatnya. Recehan  disini artinya adalah lucu – lucuan, enggak serius sama sekali. Cuman buat menyenangkan diri saya sendiri atau memenuhi rasa penasaran yang mendalam.

Seperti, beberapa hari yang lalu saya iseng bertanya kepada Mas Patjar tentang jika diberikan kesempatan buat dinner dengan semua orang di dunia ini siapa yang bakal dia pilih.

Bukannya mendapatkan respon yang sesuai, Mas Patjar langsung nembak saya, “Ini pertanyaan jebakan yekan?”

“Hadeh, suudzon banget deh!”, kata saya. Padahal hati saya sih ngarep dia bakal bilang orang itu saya. Tapi alhasil dia malah berceramah dan balik bertanya.

“Emangnya kalau kamu gimana? Siapa yang pengen kamu aja dinner?” Jujur saya enggak tahu sih jawaban pastinya selain keluarga atau pacar biar romantis gitu. Tapi doi bilang itu klise, jawaban yang kurang logis. Kan bisa milih yang lain, kalau keluarga atau saya sudah pasti jadi pilihan pertama tanpa harus dikasih offer kayak gini. Saya cuman bisa menggeleng.

“Ah aku tahu! Pasti sama Chris Hemsworth kan?”, kata dia menggoda. Enggak tahu kenapa ya, dia selalu saja menuduh saya sebagai antek- antek fans garis kerasnya Thor ini. Padahal saya lebih ngefans sama Wolverine lho! Eh tapi, Mas Chris lucu juga sih kadang – kadang.

Saya menjawab tidak, dengan ketus. Apaan sih? Mungkin sebagai sesama pria berjenggot dia melihat Chris Hemsworth sebagai ancaman. Yakalik, mas..mas! Selain doi itu artis internasyenel dan punya istri cantik, pria berjenggot yang aku suka itu cuma kamu seorang. Cieeeh

“Aku tahu – aku tahu! Kamu pasti pengen dinner sama Unicorn kan? Terus mau kamu curi rambutnya?”, kali ini saya ngakak dengan pertanyaannya. Bisa – bisanya lho nyambung ke arah ngajakin dinner mahkluk astral kayak gitu.

Ngomong – ngomong pertanyaannya ini, dikarenakan salah satu impian yang ada di list saya adalah mewarnai rambut seperti Unicorn yang warnanya turquoise, pink, ungu, dan sedikit abu – abu. Hipsters banget dah. Receh nggak sih? Meskipun begitu, dia adalah orang yang pertama menentang. Katanya kalau sampai saya warnai, dia bakal melipir jauh tiap kali kami jalan bareng. Hhhhh kzl gak. Padahal kan saya cuman pengin merasakan aja sensasi punya rambut warna – warni begitu.

Beberapa tahun yang lalu saya pernah lho mewarnai rambut menjadi pirang blonde selama sehari. Kata segelintir orang yang melihat secara langsung sih tampak oke. Sedangkan sebagian besar lain hanya melihat dari foto. Banyak yang berkomentar bahwa itu bukan saya. Ada yang bilang itu aslinya foto model, ada juga yang berkelakar bahwa saya bak anak mantunya bos pewaris Sumber Baru Motor. Wuih! Sungguh ternyata warna rambut yang terang sangat mengupgrade penampilan, sobat – sobatque.

Nah, karenanya saya pengin gitu memiliki rambut warna warni selama beberapa hari saja (pas wiken misalnya). Kan sudah ada itu pewarna rambut yang hilang warnanya setelah dikeramas. Siapa tahu kan, penampilan saya jadi mirip cewek – cewek Harajuku Jepang. Kalau toh enggak, mudah -mudahan jangan sampai deh dibilang mirip anggota Gondyez Mendyez club yang suka nongkrong di depan Stadion Maguwo, Sleman. Amit -amit!

Impian receh saya yang kedua yang mungkin tidak akan pernah menjadi nyata adalah jadi anak – anak yang digandeng oleh pemain sepakbola saat pertandingan akan berlangsung. Saya punya impian ini sejak pertama kali melihat pertandingan bola di tivi pas SMP. Hiks, tetep ya sudah telat!

Meskipun begitu, bisa jadi lho beberapa tahun ke depan peraturannya akan diganti. Pemain bola tidak lagi menggandeng anak – anak melainkan emak – emak. Dan pada saat itu tiba, kemungkinan besar saya sudah jadi emak – emak dan sayalah yang akan jadi emak – emak beruntung itu. Kalau bisa sih digandengnya pas pertandingan final Piala Dunia juga yah. Mungkin impian ini tidak bisa terlaksana dalam waktu dekat but just dont stop believe it! Just dont!

Gimana sodara – sodara, masih sehat? Masih ingin lanjut membaca kan?

Impian receh saya yang ketiga adalah bisa mendapatkan kesempatan untuk menyanyi lagi. Satu lagu yang sedari dulu pengin saya nyanyikan adalah The Prayer. Lagu itu ultimate goal banget dan saya ingin menyanyikan lagu yang indah ini dengan sepenuh hati. Pasangan duetnya nggak musti muluk – muluk. Saya yang cuma remahan keripik kentang ini, kalau mengharapkan nyanyi bareng Andrea Bocelli kayaknya bakal langsung disuruh minum Aqua segalon kali ya. Kalau benar ada kesempatan, saya cuman pengin duet dengan pelatih vokal saya yang berinisial Pak H*e*r*u*. Kemampuan beliau gak kalah joss dibandingkan Andrea deh. Suaranya serak – serak menggelegar, menggetarkan hati. Kalau suara saya? Hmm, sebagai pemenang lomba menyanyi dua tahun berturut – turut tingkat RW, kalian pasti sudah tahu lah gimana kualitas saya yang sesungguhnya. Yang masih penasaran pengin bukti, boleh juga ngajakin karaoke dan sekalian bayarin. Mumpung saya lagi ultah nih! Ketauan deh, sebenernya cuman  lagi ngebet karaokean.

Terus impian yang keempat apa?

Karena sudah capek menulis, sepertinya tiga saja dulu deh. Nanti kalau ditulis banyak – banyak keliatannya kok ambisius banget gitu.

Terima kasih sudah membaca  artikel  tentang impian – impian baik yang bisa diwujudkan maupun mustahil tercapai. Kalau kurang ada manfaatnya memang sudah saya sadari dari awal karena ini kan list impian receh. Impian yang serius biar saya dan Tuhan saja yang tahu. Biar juga enggak dianggap curcol di medsos. Eh, tapi kayaknya keluarga dan patjar (terutama) juga harus dikasih tahu supaya peka (lah!).

Sekalian saya ingin mengucapkan terima kasih bagi yang sering mampir di blog, membaca, meninggalkan komentar, dan menikmati tulisan – tulisan saya yang lain. Hal itu sangat berarti buat saya. Terima kasih juga telah mengapresiasi. Bocoran salah satu mimpi serius saya adalah bisa berbagi cerita dan pengalaman yang bermanfaat tentang traveling lebih sering dan lebih banyak lagi. Mohon doanya ya semuanya!

Terima kasih and once more, happy birthday to me!

Eiya, kalau kamu, punya impian receh apa?

9 Comments Add yours

  1. rosaamalia says:

    Jadi ultah keberapa sof? Hahaha ;p

    Like

    1. sofiehurif says:

      Yak denda lima juta euro! 🤣

      Like

  2. Hastira says:

    selamat ulang tahun sehat dan bahagia selalu

    Like

    1. sofiehurif says:

      Terima kasiiih Mbak Hastira 💙

      Like

  3. hahaha… tanya umur, jodoh, berat badan ada dendanay ya?
    kalau digabungin jadi denda berapa tuh?

    Like

    1. sofiehurif says:

      Wah bisa berlipat lipat itu dendanya hehe

      Like

  4. Dian Farida says:

    Wah ternyata impianmu..buruan pas November cat aja rambutmu. Mumpung pas nggak deket Mas Patjar:)

    Like

    1. sofiehurif says:

      Hahaha, pengin coba yang washable dulu yan. Tapi ternyata kalau rambut berwarna gelap ga bisa semudah itu 😦

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s