Woman traveler: tips tetap aman saat berada sendirian di luar negeri

img_20170826_115139_841703786821.jpg
Tak perlu takut untuk bepergian sendirian, namun tetap harus waspada (Sumber: dokumentasi pribadi)

Sebagai penyuka traveling, ada saja saatnya saya bepergian sendiri tanpa teman perjalanan. Bahkan, perjalanan saya yang pertama ke Paris pun saya lakoni sendirian. Kok berani? Waktu itu memang keadaan sedikit memaksa, sehingga terpaksa saya kudu berangkat sendiri. AWalnya bareng kolega di kampus sih, namun dia tidak menginap. Oleh karena itu, pada hari kedua saya berada di Paris, saya benar – benar full jalan – jalan sendiri. Saya hanya dibekali saran dan tips dari beberapa teman yang sudah pernah ke Paris sebelumnya.

Lalu apakah saat sendirian itu saya tidak takut?

Saat itu saya yang juga baru pertama kali ke Eropa, pastinya merasa takut dan cemas. Terutama kalau kecopetan dan duitnya amblas. Selain itu tidak ada yang saya takutkan. Ternyata, ada satu lagi tantangan yang musti dihadapi oleh cewek yang traveling sendirian adalah gangguan di jalanan. Gangguan di sini sifatnya bisa verbal seperti disuit-suitin di jalanan oleh lawan jenis, maupun gangguan yang lebih parah hingga melibatkan fisik dan bersifat seksual.

Saya paham, hal tersebut adalah momok bagi sebagian besar perempuan, terutama kita – kita ini yang asalnya dari negeri Timur. Dimana, secara fisik, tentu saja kita terlihat lebih inferior dari cewek bule pada umumnya dan juga sikap permisif kita yang seringkali masih kebawa sampai tempat yang baru kita kunjungi, misalnya di Eropa.

Pertanyaan selanjutnya apakah saya pernah mengalami hal-hal tersebut?

Pernah! Namun saya bersyukur tidak sampai melibatkan fisik. Didekati pria asing saat sedang duduk – duduk di taman? Pernah. Dipepet dan diajak kenalan di tram sewaktu tinggal di Belanda? Pernah juga. Bahkan berusaha digoda saat sedang berdiri menunggu teman di depan gate Metro pun pernah saya alami. Yang terparah adalah diikuti seseorang yang tidak dikenal dengan beringas di siang bolong.

Untuk yang terakhir, saya belum sanggup menceritakan dengan detil di tulisan ini. karena kejadian tersebut adalah salah satu momen paling menakutkan dalam hidup saya. Beberapa kali saya berusaha menuliskannya, namun kenangan buruk itu masih sangat membekas. Bahkan sekarang ini saja, saya sekuat tenaga menahan tangis karena ingat kejadian tersebut. Memang, saya tidak sampai bersinggungan secara fisik dengan penguntit itu, bahkan akhirnya saya bisa kabur. Namun mohon maaf sekali lagi, belum bisa saya ceritakan. Mudah – mudah suatu saat, doakan trauma saya tentang hal ini dapat membaik.

Oke, kembali ke niat awal saya untuk menulis tips tentang bagaimana kamu bisa tetap aman, terutama, terhindar dari gangguan yang bersifat verbal maupun fisik, saat kamu traveling maupun tinggal di negeri orang.

Berikut ini rangkuman beberapa pengalaman dari saya dan rekan – rekan, yang mungkin bisa kamu juga praktekkan kelak.

1. Jangan beramah -tamah dengan orang tidak dikenal

Bagi kita orang Indonesia, jikalau bertemu dengan turis yang tersesat atau bertanya di jalan, refleks yang pertama adalah selalu berusaha untuk membantu serta beramah – tamah. Hal itu menurut saya baik, karena kita adalah representasi dari negara kita di mata dunia internasional.

Tapi, satu hal yang sering kita lupakan adalah saat itu posisi kita berada di negeri sendiri alias zona aman. Sudah tentu hal ini menjadi berbeda ketika kita yang menjadi pendatang atau turis di negeri orang. Jikalau ada orang tidak dikenal yang beramah-tamah, saran saya adalah selalu bersikap skeptis. Karena tidak semua orang itu memiliki niat baik. Pengalaman saya sewaktu berada di Paris, saat didekati oleh seorang pemuda. Saat ia berusaha membuka pembicaraan langsung saya potong, “Tolong, bisa tinggalkan saya sendiri?”. Dan itu berhasil lho! Dia langsung mundur teratur dan saya memutuskan untuk pindah duduk di tempat yang ramai dan di sebelah nenek yang sedang menunggu cucunya.

Jika ia hanya tersenyum, bisa sih senyum seadanya. Namun jika sudah dalam tahap mulai mengajak bicara kamu harus…

2. Memalsukan nama, asal, dan hal pribadi yang penting jika ditanya

Ini adalah hal yang sangat krusial. Menurut pengalaman saya pribadi saat dipepet oleh lelaki tak dikenal di tram, hal yang pertama kali ditanyakan adalah darimana saya berasal. Waktu itu, saya masih sedikit naif jadi saya jawab jujur dari Indonesia. Namun setelah itu apa yang terjadi? Dia bertanya dimanakah saya tinggal dan apakah saya tinggal sendirian? Dia bahkan bertanya nama saya.

Ladies, kalian harus mulai membaca bahwa ada hal yang tidak beres dari pertanyaan – pertanyaan orang asing tersebut.

Kalau kalian sedang berada di Indonesia, ditanyai oleh tetangga, sekarang tinggal dimana, kapan nikah, kapan lulus, adalah pertanyaan basa-basi semata yang bisa didenda. Namun di tempat asing, bisa jadi ini adalah cara penjahat untuk mengetahui kelemahan kalian.

Waktu itu saya memberikan nama palsu serta menjawab tinggal dengan orang tua. Ia pun bertanya apakah saya punya pacar. Saya pun berbohong lagi mengatakan bahwa pacar saya adalah orang Belanda.

Poin penting disini adalah kamu harus menegaskan bahwa kamu tidak sendirian sehingga orang tadi akan pikir – pikir untuk mengincarmu lebih lanjut. Oiya, haram juga hukumnya memberikan nomer telepon. Meskipun rasanya tidak enak, selalu berusahalah untuk menolak. Nolaknya gimana? Ngomong aja, sorry nggak bisa kasih. Terus ngeloyor.

3. Biasakan lewat jalur yang berbeda – beda agar kamu tidak terlalu dihapal oleh orang yang berniat jahat

Ini adalah saran teman jika kamu tinggal menetap di negara asing dan kegiatanmu cuma kampus – rumah – kampus, ambil rute bervariasi setiap kali berangkat maupun pulang. Sebagai orang asing, tentu saja keberadaan kita sedikit mencolok ya dibanding yang lain.

Jika kebetulan ada orang berniat jahat dan sering mengamati kebiasaan kita, akan ada lebih banyak celah untuk menyerang di saat – saat tertentu seperti kalau kita selalu pulang di jam yang sama dengan rute sama.

Oh ya, kalau pas saya sedang kumat parnonya, saya selalu juga menengok ke belakang tiap beberapa menit, untuk memastikan bahwa saya sedang tidak diikuti. Kadang itu sepele, namun kita juga harus aware dengan lingkungan sekitar, apalagi jika tinggal di area yang agak sepi. Saya juga sering berusaha untuk mengingat semua orang yang tinggal di lingkungan dekat rumah dan orang – orang yang saya temui di jalan. Enggak bisa semuanya sih, tapi itu juga bisa jadi latihan agar tetap waspada.

4. Jika sampai diikuti, larilah di tempat yang ramai dan carilah sekuriti

Jikalau memang orang tersebut tidak menyerah dan mengikuti, tetap tenang dan berpikirlah cepat. Kamu boleh berlari, namun saran teman saya, jangan lari ke rumah. Jika dekat dengan rumah teman, larilah ke rumah teman atau ke tempat yang ramai dan carilah sekuriti. Jika kamu berlari ke rumah, alamat tinggal kamu bisa diketahui. Selain itu, jika berlari ke rumah teman, akan ada seseorang yang bisa membantumu. Perkirakan juga ya, temanmu itu sedang berada di rumah. Di sisi lain, jika bertemu dengan sekuriti, kamu langsung bisa melapor kepada sekuriti terdekat bahwa kamu sedang diikuti. Dan langsung tunjuk orangnya. Biasanya mereka sangat responsif kok!

Saat sedang menghindari kejaran, berusahalah menelpon seseorang, agar kamu segera mendapatkan bantuan. Taruh satu nomer di Emergency Call, agar lebih mudah untuk dihubungi. Usahakan, teman tersebut berada dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Misalnya, jangan pilih teman yang saat kamu berada di Belanda dan ia ada di Indonesia. Agak repot nanti.

Hindari tempat sepi saat berusaha kabur. Jika kamu tiba – tiba memiliki ide untuk bersembunyi, pastikan tempat itu benar – benar aman dan ada orang lain selain kamu disana. Seperti kamu bisa masuk ke dalam toko besar dan bersembunyi di kamar ganti, misalnya.

5.  Jangan pernah ragu untuk berteriak dan menendang

Hukum pelecehan seksual di kebanyakan negara di Eropa cukup kuat untuk menjerat pelakunya. Jika kamu berteriak dan mengatakan Tidak saja, seseorang yang berniat untuk melakukan sesuatu yang lebih, sudah dapat dituntut secara hukum. Oleh karena itu, jangan ragu untuk melawan, dengan berteriak, maupun menendang atau memukul, jika orang tersebut sudah menyentuhmu secara fisik dan memaksa. Sekali lagi, jangan takut untuk membela diri. Lebih bagus lagi, jika kamu mempelajari eknik dasar beladiri yang sering diperagakan beberapa artis di Instagram itu.

6. Saat menunggu di tempat umum, berdirilah di daerah yang bisa terpantau oleh CCTV

Untuk kamu yang harus bepergian di malam hari atau bahkan dini hari, misalkan menunggu bus atau terpaksa bermalam di stasiun, pilihlah area yang memiliki CCTV aktif. Memang agak tricky sih, untuk bisa memastikan apakah CCTV tersebut memang dinyalakan atau tidak. Beberapa CCTV memiliki lampu kecil berwarna merah jika memang aktif. Tapi kamu tidak perlu khawatir, di tempat – tempat umum, seperti stasiun dan bandara, biasanya CCTVnya aktif dan dipantau oleh petugas.

Satu hal yang cukup penting lainnya adalah jangan memperlihatkan diri sekali kalau kamu turis yang tidak tahu medan. Berusahalan seperti kamu terlihat kuat dan punya tujuan yang jelas. Jangan lengah dan membuka handphone sepanjang jalan. Yang tidak boleh disepelekan selain selalu berdoa memohon keselamatan adalah intuisimu. Jika intuisi atau kata hatimu mengatakan bahaya, segeralah untuk mencari jalan lain atau berlari.

Oiya, sering membuka Yutub untuk mengetahui scam – scam apa saja di negara tujuan juga akan banyak sekali membantu agar kamu tidak mudah terjebak dan dimanipulasi oleh orang – orang yang tidak baik.

Semoga tips di atas bermanfaat dan mampu membuat perjalananmu tetap aman dan nyaman ya. Meskipun negara tujuan terkenal aman dan sentosa, tetap saja potensi tindak kejahatan itu ada. Ingat kata Bang Napi, waspadalah!

Terima kasih ya sudah membaca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s