Bangkok life in the time of Corona: Work from Home

Sebelum benar -benar kerja di rumah, kami melakukan simulasi kerja di rumah selama satu hari.

Hi semua, apa kabar?

Yang harus bekerja dari rumah dan enggak bisa kemana-kemana, ngacung! Semoga kamu dan keluarga sehat selalu ya..

Saya, termasuk juga jutaan orang lain di seluruh dunia (kok jadi kayak iklan salah satu investasi bodong hehe), harus membatasi aktivitas keluar rumah karena pandemik yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-19 atau yang penyakitnya disebut Covid-19.

Saat ini saya menetap di Bangkok, Thailand. Negara dimana pasien pertama di luar China positif didiagnosis Covid-19, sekitar awal Januari 2020. Dan dua bulan berselang, akhirnya Pemerintah Thailand memutuskan untuk mem”partial lockdown“kan kota Bangkok terhitung 22 Maret hingga 12 April. Dampak dari kebijakan ini adalah semua mall, tempat hiburan, salon, dan restaurant tutup. Hanya supermarket, apotek, bank, dan restaurant take away yang diperbolehkan buka. Untuk warganya sendiri, sebenarnya tidak ada pelarangan keras untuk keluar rumah. Tapi dasarnya orang Thai ini antara memang tertib dan parnoan, jadi efek baiknya adalah semenjak Januari kemarin sudah pada ancang-ancang pencegahan dengan memakai masker serta mengurangi frekuensi di luar rumah. Bahkan mulai awal Februari, keramaian daerah pusat kota menurun drastis.

Di sisi lain, setelah berminggu-minggu tanpa kepastian, manajemen kantor tempat saya bekerja mengeluarkan aturan untuk bekerja dari rumah mulai Hari Senin ini hingga 4 minggu ke depan. Berbagai persiapan dan penjelasan diberikan seminggu-dua minggu sebelumnya. Hal yang paling utama adalah bagaimana dapat tetap terkoneksi secara online dengan menggunakan berbagai pilihan aplikasi seperti Skype, Zoom, dan Team. Dan sekarang saya jadi mahir lho menggunakan aplikasi tersebut.

Hari pertama ini berlalu cukup oke sih. Dua online meeting dan juga virtual lunch bareng teman kerja. Meskipun memang rasanya kurang kalau tidak bertatap muka langsung. Bagi saya, datang ke kantor dan bertemu rekan kerja adalah salah satu media bersosialisasi. Namun di saat seperti ini, kita memang harus mengikuti anjuran dari pemerintah agar mengurangi frekuensi kontak sehingga diharapkan dapat berkontribusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 yang sangat cepat. Flattening the curve istilahnya.

Tantangan di hari pertama adalah mata cepat lelah karena membaca di laptop yang layarnya tidak sebesar layar PC di kantor. Tidak ada printer juga di rumah, untuk berjaga-jaga mencetak dokumen yang harus dibaca kalau mata lelah. Untungnya, kantor bersedia memberikan ijin untuk mengeprint dokumen jika kita membutuhkan, asal dengan seijin manajemen tentunya.

Untuk mengatasi kebosanan, saya mengambil jeda setiap 1 jam untuk bangun dari tempat duduk dan bergerak sedikit. Kadang dance sedikit atau menyanyi supaya enggak bete dan menghindari nyemil berlebihan. Enggak mau kan pas nanti balik ke kantor gak ada yang mengenali karena berat badan nambah beberapa kilo hehe..

Empat minggu itu cukup lama kalau dibayangkan. Tapi demi kesehatan semua orang, semua ini harus dijalani. Ada ide supaya tetap semangat dan enggak bosan saat kerja di rumah? Taruh komen kamu di bawah ya..

Selamat bekerja di rumah ya #dirumahsaja #kerjadarirumah #workfromhome

#lifeinbangkok #bangkokstory #lifeinthetimeofcovid19

8 Comments Add yours

  1. Hastira says:

    sama ya cuma warga indonesia itu gak tertib, masih saja banyak yang bikin kumpul2

    Like

    1. sofiehurif says:

      Kalau pendapat saya, pemerintah dan daerah harus secara intensif berkomunikasi dengan warga dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh semua kalangan. Ditambah juga dengan law enforcement.

      Like

  2. agusutisna says:

    Bikin postingan di blog, cari-cari cerita yang seru di Youtube. Kumpul ama keluarga makin deket kayaknya.

    Like

    1. sofiehurif says:

      Thanks sarannya. Kumpul keluarganya sementara pakai video call 🙂

      Like

  3. agusutisna says:

    Indonesia sudah mulai bergerak sekarang

    Like

    1. sofiehurif says:

      Iya, benar! Optimis optimis!

      Like

  4. Kayaknya warganya lebih penurut ya daripada Indonesia hehehe

    Sekarang sudah persis satu minggu ya WFH. Mulai bosan banget. Solusinya masih jalan-jalan naik motor buat cari angin saja, gak pakai mampir hehehe Sisanya ya perbanyak baca, nonton film, dan mengurangi konsumsi berita karena auranya negatif sekali

    Like

    1. sofiehurif says:

      Benar!
      Harus selektif memilih berita. Kalau cerita tentang kesedihan biasanya saya skip. Lebih baik mendengar berita perkembangan positif.
      Hati-hati juga ya dengan hoax 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s